Akses Jalan Baru Menuju Wisata Air Panas Tanah Karo Jadi Polemik, Ratusan Warga Semangat Gunung Demo Ke Kantor Bupati

Iklan Semua Halaman

Akses Jalan Baru Menuju Wisata Air Panas Tanah Karo Jadi Polemik, Ratusan Warga Semangat Gunung Demo Ke Kantor Bupati




Tanah Karo, AgaraNews. Net // Rencana dibukanya akses jalan baru menuju wisata pemandian air panas di wilayah Tanah Karo menuai polemik.

Ratusan warga Desa Semangat Gunung mendatangi Kantor Bupati Karo, hari ini Kamis, 20 Agustus 2026, untuk menyampaikan aspirasi dan meminta Bupati Karo menutup akses jalan baru melalui “Jaranguda”.

Mereka menilai dibukanya akses tersebut dapat menyebabkan Desa Semangat Gunung “mati” secara ekonomi dan sosial.




Sejak pagi, ratusan warga dari Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka memadati halaman Kantor Bupati Karo. Mereka membawa spanduk dan berorasi secara tertib.

Dalam orasinya, warga menyampaikan kekhawatiran bahwa akses jalan baru melalui “Jaranguda” yang langsung menuju lokasi wisata pemandian air panas akan memotong jalur wisatawan yang selama ini melewati desa mereka.

“Kalau jalan ini dibuka, semua wisatawan langsung lewat sana. Warung kami, homestay kami, ojek kami, semua akan sepi. Desa kami bisa mati,” teriak salah satu perwakilan warga.

Inti tuntutan warga adalah meminta Pemerintah Kabupaten Karo untuk menutup sementara akses jalan baru tersebut hingga ada kajian dan solusi yang berpihak kepada masyarakat lokal.

Warga meminta agar Pemkab Karo duduk bersama dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata untuk mencari jalan tengah.

Mereka tidak menolak pembangunan wisata, namun meminta keberpihakan terhadap ekonomi warga Desa Semangat Gunung yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Bagi warga, akses jalan bukan hanya soal infrastruktur. Ini menyangkut nasib ratusan kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari wisatawan yang singgah di Desa Semangat Gunung.

Mereka berharap Bupati Karo mendengar langsung keluhan masyarakat dan mengambil kebijakan yang adil agar pembangunan wisata tidak mengorbankan desa-desa yang sudah lebih dulu berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan warga masih melakukan audiensi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Karo untuk mencari solusi terbaik.( Lia Hambali)