SPPG yang Berdampingan Dengan Kandang Ternak di Nias Utara Akhirnya Ditutup

Iklan Semua Halaman

SPPG yang Berdampingan Dengan Kandang Ternak di Nias Utara Akhirnya Ditutup


26/08/2026
 NIAS UTARA – Polemik yang terjadi atas adanya dapur SPPG yang berdampingan dengan kandang ternak babi di Desa Tetehosi Maziaya Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara, memasuki babak baru. Pasalnya, SPPG tersebut dikabarkan telah berhenti beroperasi.

“Sudah ada suspend 10 hari bang. Bila tidak ada perbaikan atau perubahan selama waktu itu, maka akan di tutup permanen. Jadi, sejak kemarin (Selasa-red) dapur SPPG disebelah rumah saya itu berhenti beroperasi,” ungkap Nando Zega pemilik kandang ternak babi yang berdampingan dengan dapur SPPG tersebut.

Senada dengan pemilik kandang, saat dikonfirmasi, Rabu (26/08/2026) siang, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan wilayah kerja Sumatera Utara dan Aceh, Donal Simanjuntak, SKM, mengaku sudah mengusulkan penutupan sementara.

“Terimakasih untuk informasinya. Kita sudah aksi. Kita sudah usul penutupan sementara ke Jakarta,” pungkasnya melalui pesan WhatsApp.

Seperti diberitakan sebelumnya, Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tetehosi Maziaya, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, menjadi sorotan. Pasalnya, bangunan yang diperuntukkan sebagai dapur penyedia makanan bergizi tersebut disebut berada berdampingan dengan kandang ternak babi.

Bahkan, Kepada Koordinator SPPG Nias Utara, Desman Faeri Harefa, mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala KPPG Medan dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut terkait keberlangsungan operasional SPPG tersebut.

“Selamat sore, kasus ini sudah kita laporkan kepada Kepala KPPG Medan dan kita sedang menunggu petunjuk selanjutnya apakah berhenti operasional. Terima kasih,” ungkap Desman.

Menariknya, Desman juga mengakui bahwa laporan terkait keberadaan kandang ternak babi di sekitar SPPG tersebut baru disampaikan pada Agustus 2026.

“(Dilaporkan) tanggal 12 Agustus 2026, Bang. Semoga minggu ini keluar keputusan dari Direktur Pemantauan dan Pengawasan,” pungkasnya.(Red