WASPADA! Tautan Bantuan Sosial PKH Rp1,5 Juta Diduga Palsu, Warga Diminta Jangan Berikan Data Pribadi

Iklan Semua Halaman

WASPADA! Tautan Bantuan Sosial PKH Rp1,5 Juta Diduga Palsu, Warga Diminta Jangan Berikan Data Pribadi



JAKARTA — Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya pesan berantai yang menawarkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp1.500.000 untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Pesan tersebut beredar melalui WhatsApp dan media sosial dengan narasi bahwa bantuan merupakan program resmi Kementerian Sosial (Kemensos) tanpa pungutan biaya. Dalam pesan itu disebutkan sejumlah kelompok penerima, mulai dari guru, pelajar/mahasiswa, pekerja harian, karyawan swasta, pegawai honorer, pensiunan, hingga lansia.

Dalam pesan tersebut juga disertakan sebuah tautan pendaftaran:

https://regs27.ferodctyl.com/

Namun, setelah dilakukan penelusuran, tautan tersebut bukan merupakan situs resmi milik Kementerian Sosial Republik Indonesia. Masyarakat perlu berhati-hati karena pola penyebaran informasi tersebut memiliki ciri-ciri yang sering ditemukan pada modus penipuan daring (phishing).

Ciri mencurigakan terlihat dari penggunaan domain yang bukan berasal dari situs pemerintah. Kanal resmi pemerintah umumnya menggunakan domain .go.id, sementara informasi terkait bantuan sosial dapat diakses melalui laman resmi Kemensos dan layanan pengecekan bansos pemerintah.

Selain itu, klaim bahwa bantuan PKH diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia juga tidak sesuai dengan mekanisme program PKH. Program tersebut memiliki kriteria dan sasaran penerima tertentu berdasarkan data pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan mencurigakan, serta tidak memasukkan data pribadi seperti:

Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Nomor Kartu Keluarga (KK)

Nomor rekening

Kode OTP

Data pribadi lainnya


Apabila menerima pesan serupa, masyarakat disarankan melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah dan tidak menyebarkan kembali informasi yang belum terverifikasi.

Jangan mudah tergiur dengan iming-iming bantuan besar. Lindungi data pribadi karena kebocoran informasi dapat dimanfaatkan untuk tindakan penipuan.

TIMELINES iNEWS INVESTIGASI
Berani Mengungkap, Peduli Melindungi Masyarakat