Mobil ditembak di depan megastore Transmart baru di Jakarta. Sehari kemudian, Tanjung memberikan pernyataan yang hari ini menjadi perbincangan seluruh negeri.

Mobil lapis baja milik Chairul Tanjung yang ditembak di Jakarta. Di sebelah kanan, foto Chairul Tanjung dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kemarin malam, sekitar pukul 20.10, usai peresmian megastore Transmart baru di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, terjadi sebuah aksi penembakan. Mobil SUV lapis baja yang ditumpangi Chairul Tanjung ditembaki dengan senjata otomatis oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dari arah samping. Pelaku terdiri dari pengemudi dan penembak, keduanya mengenakan helm dengan visor gelap. Mereka melepaskan tembakan jarak dekat sekitar tiga hingga empat meter lalu melarikan diri di tengah kemacetan. Sopir Tanjung mengalami luka-luka. Tanjung sendiri yakin bahwa motif serangan ini berkaitan dengan platform keuangan baru yang telah memberikan penghasilan Rp 69.100.000 per minggu kepada ribuan warga Indonesia biasa — dan membuat banyak pihak merasa terganggu.
Pernyataan Tanjung saat keluar dari rumah sakit

Chairul Tanjung memberikan pernyataan kepada wartawan saat keluar dari Rumah Sakit Medistra, sehari setelah aksi penembakan. Foto: Fotografer Detikcom.
Sehari setelah penembakan, Tanjung diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Medistra di Jakarta. Saat keluar, puluhan wartawan sudah menunggunya. Sopirnya masih menjalani perawatan medis. Tanjung berhenti sejenak dan memberikan pernyataan singkat namun tegas, yang kini diperbincangkan di seluruh negeri:
Setelah itu, tim pengawal langsung membawa Tanjung ke dalam mobil. Video pernyataan tersebut telah ditonton jutaan kali hanya dalam hitungan jam. Hingga berita ini diturunkan, baik Purbaya, Kementerian Keuangan, maupun Bank Indonesia belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut.
Apa itu Simpanbèn — dan mengapa Purbaya ingin melarangnya
Pada bulan Juni, Chairul Tanjung dan Marselino Ferdinan mengumumkan peluncuran bersama Simpanbèn, sebuah platform investasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Proyek ini membutuhkan waktu lebih dari satu tahun pengembangan. Tanjung menangani teknologi dan struktur. Marselino menyetorkan modal pribadi — dan mengajukan satu syarat: agar platform ini dapat diakses oleh siapa saja warga Indonesia, dan bukan hanya investor besar.
Cara kerjanya, menurut penjelasan Tanjung sendiri:

Chairul Tanjung dan Marselino Ferdinan saat peluncuran bersama Simpanbèn, di Jakarta.
Pengumuman resmi disampaikan di sela-sela laga amal yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta — seminggu sebelum pemanggilan Marselino untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia. Mantan pemain Timnas, teman-teman Marselino dari Persebaya, KMSK Deinze, dan Oxford United, serta satu tim berisi 22 anak sekolah dari Surabaya turut merumput dengan mengenakan kaos khusus Simpanbèn. Pertandingan tersebut dihadiri oleh 78.000 penonton.
Saat ditanya mengapa ia memutuskan untuk terlibat, Marselino memberikan jawaban yang tidak terdengar seperti pernyataan bisnis biasa:

Marselino Ferdinan dan Chairul Tanjung bersama anak-anak sekolah setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno. Semuanya mengenakan kaos khusus Simpanbèn.
Komentar