Sesuai laporan pekerja Karyawan PT. RGM/SKB, tiap kegiatan pemupukan tanaman kaliptus sering kebanyakan pupuk berkelebihan dengan kepala kontraknya, maka pupuk tersebut dibawa pulang untuk di gudangkan disuatu tempat yang tak bisa diketahui oleh pejabat - pejabat tertinggi di PT. SKB, maka pernah Karyawan mengambil foto dan juga meng vidio kan pupuk yang sering berkelebihan, dan dilarang keras Karyawan mengambil dokumentasi oleh kepercayaan kepala kontrak atas Nama Rudof untuk jangan di dokumentasikan.?!!!
"Maka Karyawan tersebut yang tak mau disebut namanya bertanya kepada Rudof kepercayaan kepala kontrak Sudu Sitangga, kenapa dilarang kami kalau ngambil foto pupuk yang berkelebihan ini pak.? jawab Rudof tidak bisa difoto -fotokan.!!! yang seharusnya Rodof kepercayaan Kepala kontrak Sudu Sitangga tersebut tidak perlu takut kalau tidak ada niat jahatnya dengan pupuk yang lebih itu, yang seharusnya di beri tahukan kepada pimpinan SKB, agar kami sebagai Karyawan tidak diduga melakukan kecurangan, maka pelaksana kepercayaan kepala kontrak Sitangga Atas Nama Rudof bertahan dengan perinsipnya untuk disembunyikan dan digudang kan di tempat tersembunyi.!!!
kami sebagai Karyawan hanya diam saja melihat dan berusaha mengambil foto pupuk tersebut dan juga untuk meng vidiokan sebagai dokumen kami dikemudian hari bila ada masalah pemeriksaan pupuk tersebut dari pejabat SKB. Ucapnya Karyawan
Lanjut Karyawan. kami minta kepada pimpinan PT. RGM/SKB. untuk menelusuri pupuk tersebut yang sering berkelebihan dari lapangan dan dibawa pulang oleh Rudof kepercayaan Sudu Sitangga, kami sebagai Karyawan selalu memantau agar kami jangan jadi korban dengan perbuatan Rodof ini dikemudian hari. Tegasnya Karyawan
Awak media mencoba berusaha dengan kepercayaan kepala kontrak Sudu Sitangga, untuk konfirmasi kepada Rudof sesuai laporan Karyawan tersebut, disitu Rudof menjelaskan kalau berita itu katanya Hoax tidak benar. Ucapnya ke Awak Media
Awak media menanggapi mencoba menanyakan lagi, Pupuk yang berkelebihan tersebut kenapa digudangkan dan tidak beritahukan kepada pimpinan PT.SKB. atau sengaja Bapak Rudof menghilangkan jezak pupuk tersebut untuk di bisniskan atau dibuang.
Rudof menjawab tolong kasi tau siapa yang memberi informasi itu pak, awak media menjelaskan kepada Rudof, seorang jurnalistik selalu melindungi nara sumber tersebut, terkecuali yang punya PT membutuhkan nanti nara sumbernya kalau perkaranya sudah berlanjut, Maka Rudof kepercayaan Sudu Sitangga tidak mau lagi menjawab apa yang disampaikan Awak Media.
Karyawan mengharap kan kepada Pejabat PT. SKB dan pusat untuk menegaskan aturan yang berlaku kepada kepala kontrak Sudu Sitangga, kami sebagai Karyawan tidak mau jadi korban dikemudian hari nanti dibuat oleh kepala kontrak tersebut, bila Ketahun kelicikannya kepala kontraknya dan juga pelaksananya Rudof. Pungkasnya Karyawan
"Bila tidak ada peran dan tindakan dari Pejabat - pejabat tertinggi PT. SKB seperti JM/Managernya/Askep/Asisten, maka diduga kuat bersengkongkol untuk mengelabui PT. RGM/ SKB pusat, dan melindungi kepala kontraknya untuk mendapatkan upah dari kepala kontrak diluar gaji mereka yang sudah di tentukan oleh perusahaan.
maka Karyawan sangat kecewa dengan mandor perusahaan Atas nama: Suparno dan Niterius Jega kuat dugaan menutup mata dengan kejadian masalah pupuk ini dilapangan, patut diduga kerja sama Dangan kepala kontraknya untuk mendapatkan juga upah selain gaji dari perusahaan.!
Karyawan sangat berharap kepada
pejabat Seikebaro untuk segera mengaudit pupuk tersebut yang sering berkelebihan dari lapangan, dimana pupuk tersebut di arahkan oleh kepala kontrak Sudu Sitangga dan Rudof sebagai pelaksana dilapangan. Karyawan mengakhiri
maka berita ini di terbitkan sesuai hasil konfirmasi.
TIM. Bersambung
Komentar