
Nias.Agaranews.net — Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya jalan penghubung warga di Desa Olindrawa, Kecamatan Gido, kini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan nyaris ambruk. Jalan ini bukan sekadar akses biasa, melainkan urat nadi kehidupan, jalur ekonomi, serta jalan satu-satunya yang dilintasi setiap hari oleh anak-anak sekolah dan Bapak-Ibu Guru SMPN maupun SDN Olindrawa. Sabtu, 15 Agustus 2026.
Melihat kondisi yang semakin memburuk dan tak kunjung ditangani, warga pun memohon agar para pemimpin daerah turun langsung melihat kenyataan di lapangan.
Salah seorang warga Desa Olindrawa, Hardy Gulo alias Ama Riski Gulo, menyampaikan isi hatinya yang penuh kekhawatiran kepada awak media
“Jembatan ini adalah satu-satunya penghubung beberapa desa sekaligus menjadi akses utama perekonomian masyarakat. Setiap hari jalan ini dilalui anak-anak sekolah dan Bapak-Ibu Guru. Sudah lama kami menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Nias, namun hingga kini tak kunjung ada tanggapan.” ujarnya dengan nada sedih.
Kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan membuat warga tak bisa lagi berdiam diri. Mereka memohon kepada Gubernur Sumatera Utara Bapak Bobby Nasution, Bupati Nias Bapak Yaatulo Gulo, Ketua DPRD Kabupaten Nias Bapak Sabayuti Gulo, serta Danramil 02 Gido, untuk berkenan hadir langsung melihat kondisi jembatan gantung tersebut.
“Kami memohon, datanglah melihat langsung kondisi jembatan ini. Segeralah perbaiki sebelum ada korban jiwa. Jangan sampai ada nyawa yang melayang baru pemerintah bertindak.” tegas Hardy Gulo mewakili jeritan hati seluruh warga Desa Olindrawa.
Warga berharap kehadiran para pemimpin daerah dapat membawa solusi nyata dan segera memperbaiki jembatan tersebut demi keselamatan bersama, terutama demi keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di atasnya.(Dika)
Komentar