GMNI Tegas ke Walikota Medan Rico Waas: Jika Tidak Mampu Lebih Baik Mundur

Iklan Semua Halaman

GMNI Tegas ke Walikota Medan Rico Waas: Jika Tidak Mampu Lebih Baik Mundur

GMNI Tegas ke Walikota Medan Rico Waas: Jika Tidak Mampu Lebih Baik Mundur
Poto: Istimewa
GMNI demo depan Kantor Walikota Medan Rico Waas.
Medan-Ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Walikota Medan Rico Waas segera membenahi berbagai persoalan kota. Jika tidak mampu, massa meminta Rico Waas lebih baik mundur dari jabatan walikota.

Aksi massa GMNI di Kantor Walikota Medan pada Kamis 27 Agustus 2026, membawa 6 tuntutan.

Massa menilai pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan penggunaan anggaran harus transparan.

GMNI menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari keamanan, narkoba, infrastruktur, banjir, sampah, ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan hingga praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Antara lain anggaran air mineral yang disebut mencapai Rp1,1 miliar, sewa gedung sekitar Rp.400 juta, kegiatan di hotel mewah, program seremonial, proyek pelebaran jalan hingga operasional pool bus.

GMNI juga mendesak Walikota Medan Rico Waas memangkas anggaran seremonial serta mengevaluasi kebijakan operasional pool bus yang terkait dengan Peraturan Walikota Medan Nomor 61 Tahun 2018.

Massa GMNI pun melontarkan pernyataan tegas kepada Walikota Medan Rico Waas: "Turun sendiri atau diturunkan?".

Penegasan itu disampaikan agar Walikota Rico Waas segera membuktikan kinerja nyata dalam menyelesaikan persoalan di Kota Medan.

"Pembangunan Medan harus berpihak kepada masyarakat, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Bukan untuk kelompok atau pribadi," tegas Massa GMNI.