Tumpas Korupsi Pertamina dan Judi Online, Jaksa Agung Mau Diganti, Ini Penjelasan Harli Siregar -->

Iklan Semua Halaman

Tumpas Korupsi Pertamina dan Judi Online, Jaksa Agung Mau Diganti, Ini Penjelasan Harli Siregar


Tumpas Korupsi Pertamina dan Judi Online, Jaksa Agung Mau Diganti, Ini Penjelasan Harli Siregar
Kompas.com/Antonius Aditya Mahendra
MAU DIGANTI - Jaksa Agung ST Burhanuddin diisukan bakal diganti oleh jaksa karier dalam waktu dekat. Apakah ini terkait kasus besar yang ditangani seperti Pertamina dan judi online yang menyeret nama Budi Arie? 

, JAKARTA - Saat ini institusi Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang disorot karena keberaniannya menumpas kasus korupsi dan judi online.

Kasus korupsi besar yang ditumpas adalah di tubuh PT Pertamina, yang kini kasusnya mendadak redup.

Selain itu Kejagung juga mengungkap kasus judi online yang dalam persidangan menyeret nama Budi Arie, mantan Menteri Kominfo yang kini jadi Menteri Koperasi.

 isu bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin akan diganti oleh Presiden Prabowo Subianto, apakah benar?

Terkait isu itu, Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar coba meluruskan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyebut bahwa Kejagung sangat terkejut dengan isu penggantian Jaksa Agung.

“Kami juga baru mendengar dari beberapa media dan kami sangat terkejut ya karena sesungguhnya berita itu dan informasi itu tidak benar, katakanlah itu hoaks,” kata Harli dikutip dari Kontan.

Menurut Harli, Burhanuddin masih berkantor dan masuk seperti biasa.


Bahkan, Burhanuddin juga masih memberikan arahan dan petunjuk kepada para pembantunya pada Senin pagi tadi.

“Ya, beliau bekerja seperti biasa. Tadi pagi, saya juga masih melaporkan kerja-kerja kita dan beliau memberikan berbagai arahan, petunjuk,” ujar Harli.

Harli menegaskan, Burhanuddin masih berkomunikasi intens dengan para staf di Kejagung.

“Beliau ya sehat-sehat saja, baik-baik saja dan bekerja sangat maksimal ya, bekerja sangat intens, dan kami terus diberikan arahan, bimbingan, petunjuk terkait dengan pelaksanaan tugas fungsi kami,” katanya.

Oleh karena itu, Harli menyebut kabar pergantian Jaksa Agung tersebut adalah hoaks.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, mobil hitam dengan pelat berlogo Kejaksaan nomor 1-00 juga masuk ke dalam area kompleks Kejagung, Jakarta pada Senin.

Mobil hitam yang diiringi dua mobil polisi militer dan sejumlah personel bermotor ini terlihat langsung turun ke basement Gedung Utama Kejagung.

Sementara itu, Harli mengungkapkan bahwa Burhanuddin santai saja saat diisukan akan diganti oleh Presiden Prabowo.

“Jadi, beliau kita informasikan (soal isu penggantian), beliau santai saja,” ujar Harli.

Harli mengatakan, dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga sempat menitip pesan kepada para jaksa agar tetap semangat dan bekerja keras.

“Tadi, pesan beliau, kita harus tetap semangat, kerja keras, dan berikan yang terbaik bagi pelayanan kepada masyarakat,” kata Harli.

Respons Istana

Ditanya secara terpisah, Kantor Komunikasi Kepresidenan Presidential Communication Office (PCO) mengaku, belum dapat memberikan pernyataan resmi soal munculnya isu Jaksa Agung ST Burhanuddin mundur dari jabatannya.

“Saya belum bisa kasih pernyataan soal itu,” kata Kepala PCO Hasan Nasbi di Kantor PCO, Jakarta, dikutip dari Kompas TV, Senin.

Dia juga enggan berkomentar jauh soal isu yang belum jelas kebenarannya tersebut.

“Nah, itu kan enggak jelas sumber informasinya gitu. Jadi menganggapi yang sesuatu yang enggak jelas,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ST Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung sejak era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi pada 23 Oktober 2019, menunjuk Burhanuddin menjadi Jaksa Agung Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung menggantikan Muhammad Prasetyo.

Kemudian, Burhanuddin kembali ditunjuk menjadi Jaksa Agung untuk periode 2024-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pengumuman Burhanuddin menjadi anggota Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disampaikan di Istana Negara, Jakarta pada 20 Oktober 2024



 Sumber WARTAKOTALIVE.COM

S