GAMKI Kritik Penonaktifan AKBP Oloan: Seharusnya Kapolda Pasang Badan Bela Kapolres! -->

Iklan Semua Halaman

GAMKI Kritik Penonaktifan AKBP Oloan: Seharusnya Kapolda Pasang Badan Bela Kapolres!

GAMKI Kritik Penonaktifan AKBP Oloan: Seharusnya Kapolda Pasang Badan Bela Kapolres!
TRIBUN MEDAN/HENDRIK
PEMILIHAN- Ketua GAMKI Medan terpilih Boydo Panjaitan memberikan kata sambutan pada Konfercab GAMKI Medan di Aula HKBP Uskup Agung, Minggu (23/2/2025) 

 - Usulan penonaktifan AKBP Oloan Siahaan dari jabatan Kapolres Belawan menuai kritik dari sejumlah pihak.

Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengusulkan penonaktifan tersebut terkait penembakan massa tawuran yang menewaskan Muhammad Syuhada.

Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan meminta Kapolda pasang badan membela anggota bukan malah menonaktifkan.

"Belawan sudah darurat kriminal dan memang membutuhkan sikap tegas. Seharusnya Kapolda pasang badan membela Kapolres," ucap Boydo Panjaitan kepada wartawan Tribun Medan, Senin (5/4/2025).

Boydo menyebut jika AKBP Oloan sedang membela diri dari ancaman penyerangan sehingga tak layak mendapatkan 'sanksi' .

Usulan penonaktifan ini cenderung bermuatan politis dari pimpinan.

"Polisi saja tidak ditakuti mereka (pelaku tawuran). Wajar jika AKBP Oloan membela diri, tapi kok dinonaktifkan?" sambungnya.

Boydo Panjaitan turut menyinggung sikap Kapolda Sumut ini berbanding terbalik dengan pernyataan Bobby Nasution saat menjabat Wali Kota Medan yang meminta tindakan tegas terhadap pelaku kriminalitas.

"Bobby aja pernah bilang begal ditembak. Kapolda kok malah menonaktifkan Kapolres," tutur Boydo.

Sebelumnya Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengatakan akan menonaktifkan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan buntut dugaan menembak seorang remaja bernama Muhammad Syuhada (15) hingga tewas.

Whisnu menyebut, penonaktifan AKBP Oloan masih diajukan ke Mabes Polri. Jika disetujui, maka penonaktifan akan segera dilakukan.

Ia mengatakan hal ini untuk mempermudah pemeriksaan terhadap Kapolres.

"Kami memohon melaporkannya kepada Mabes Polri untuk bisa memeriksa Kapolres secara transparan dan meminta meminta persetujuan dari Mabes Polri untuk menonaktifkan Kapolres sementara waktu,"kata Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Senin (5/5/2025).

"Biar diperiksa dulu, agar tidak menggangu ya. Karena ini kita transparan. Kami memohon kepada Mabes Polri untuk menonaktifkan Kapolres terlebih dahulu demi pemerikasaan,"sambungnya.

Kapolda menerangkan Bid Propam, Inspektur Pengawas Daerah, Ditreskrimum Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan penembakan ini.

REMAJA TEWAS: Suasana duka di rumah almarhum Muhammad Syuhada (15) remaja tewas diduga tertembak peluru Kapolres Pelabuhan Belawan, Senin (5/5/2025). Korban tewas usai perut bagian depan, kanannya kena peluru.
REMAJA TEWAS: Suasana duka di rumah almarhum Muhammad Syuhada (15) remaja tewas diduga tertembak peluru Kapolres Pelabuhan Belawan, Senin (5/5/2025). Korban tewas usai perut bagian depan, kanannya kena peluru. 

Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan terhadap AKBP Oloan Siahaan.

Ini demi transparansi, kita tidak akan main-main dengan penegakan hukum. Kalau dia salah kita tindak, kalua dia betul kita sampaikan kepada media.

"Kami gak main-main. Apalagi terkait meninggal dunia, tranparansi harus ditegakkan. Ini adalah langkah tegas dari pimpinan Polri, melibatkan tim pidana umum, laboratorium forensik. Untuk memastikan apa yang terjadi kita mengundang Kompolnas."

Whisnu mengatakan, Muhammad Syuhada dinyatakan meninggal dunia pagi ini setelah mendapat perawatan intensif.

Sedangkan satu rekannya berinisial B (17) yang juga diduga ditembak masih menjalani perawatan intensif.

"Memang ada korban, kini sedang dibawa ke rumah sakit. Satu diantaranya meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit," kata Kapolda.

Korban diduga mengalami luka tembak bagian di bagian perut sebelah kanan, menembus ke belakang.

Atas tewasnya Muhammad Syuhada, Kapolda Sumut menyampaikan duka yang mendalam.

Pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam mengenai penembakan yang dilakukan Kapolres Pelabuhan Belawan terhadap dua remaja tawuran tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan (kiri). Foto sejumlah warga membakar dua unit sepeda motor polisi yang sedang melakukan operasi Gerebek Kampung Narkoba di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumut, pada Rabu (9/4/2025) malam. (Dok akun Instagram @deliserdanginfoo/Dok Polres Pelabuhan Belawan)
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan (kiri). Foto sejumlah warga membakar dua unit sepeda motor polisi yang sedang melakukan operasi Gerebek Kampung Narkoba di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumut, pada Rabu (9/4/2025) malam. (Dok akun Instagram @deliserdanginfoo/Dok Polres Pelabuhan Belawan) (Dok akun Instagram @deliserdanginfoo/Dok Polres Pelabuhan Belawan)

"Saya atas nama Kapolda Sumut dan jajaran mengucapkan turut berdukacita dengan adek kita yang terkena peluru. Kami juga membuat tim khusus dari Pola Sumut yang diketuai oleh pak Irwasda. Bersama Propam, Krimum, Labfor, untuk memastikan kejadian tersebut."

Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan menjadi sasaran serangan brutal sekelompok pemuda bersenjata tajam saat melintas di Tol Belmera, Minggu (4/5/2025) dini hari.

Kejadian bermula setelah Kapolres memimpin langsung apel pengamanan menyusul pecahnya tawuran antara kelompok pemuda Lorong Stasiun dan Lingkungan 13 Selebes di kawasan Jalan Stasiun Belawan, sekitar pukul 19.30 WIB.

Usai apel dan patroli, Kapolres bergerak pulang sekitar pukul 01.35 WIB.

Namun sekitar pukul 02.05 WIB, saat melintasi Tol Belmera, mobil dinas Kapolres diadang oleh sekitar 10 pemuda yang secara ilegal berada di jalur tol sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan klewang.

Bukan hanya mengadang, kelompok ini secara membabi buta menyerang mobil dinas, melempar batu, petasan roket, dan mengejar kendaraan dinas polisi.

Pelaku penyerangan juga sempat mencoba mengayunkan kelewang ke arah Kapolres, beruntung berhasil dihindari dan hanya menyabet bagian mobil.

“Sudah diberikan peringatan. Tapi mereka tetap menyerang dengan brutal. Ini bukan lagi tawuran biasa, ini sudah masuk kategori penyerangan terhadap simbol negara,” tegas Kapolres.

Namun karena serangan tidak mereda, Kapolres melepaskan tembakan ke arah pelaku sebagai bentuk pembelaan diri dan upaya menyelamatkan jiwa personel.

Profil AKBP Oloan Siahaan

AKBP Oloan Siahaan mengawali karier di Polda Jawa Timur. Ia kemudian berdinas di Polrestabes Surabaya.

Oloan mulai bertugas di Polda Sumut sejak 2019. Berikut jejak karier Oloan Siahaan:

- Koorspripim Polda Sumatera Utara (2019)

- Kasat Narkoba Polrestabes Medan

- PlH Kapolres Tanah Karo

- Kasubdit Wisata Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Sumatera Utara

- Kapolres Pakpak Bharat

- Kapolres Pelabuhan Belawan (sejak 24 Maret 2025

Sumber : TRIBUN-MEDAN.COM