MEDAN, – Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Kemitraan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, Muhammad Riski, terlibat cekcok dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Taman Cadika Medan (Johor), viral di sosial media pada Selasa (12/2) lalu.
Berdasarkan amatan wartawan dari video yang viral itu, terlihat empat orang sedang duduk di sebuah warung kopi (warkop) di Taman Cadika Jalan Karya Wisata, Medan Johor. Riski terlibat adu mulut dengan seorang pria yang merupakan pemilik warkop tersebut.
Pemilik warkop yang diketahui bernama Dedi, juga tampak emosi dan gerah atas kehadiran Muhammad Riski, disebabkan pengutipan retribusi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepadanya.
Mendapati informasi tersebut, wartawan lantas mengunjungi tempat usaha Dedi di Taman Cadika. Dedi lantas menjelaskan awal mula pihak Dispora datang ke warkopnya pada Januari lalu. Di sana, pihak Dispora melakukan imbauan agar mengajukan permohonan pemakaian aset Pemko Medan dan bakal dikenakan retribusi.
“Kejadian itu terjadi pada, Selasa (11/2). Tapi saya tidak tahu siapa yang merekam itu. Karena kami sudah beberapa tahun berjualan di Taman Cadika ini baru ada yang seperti ini,” ujarnya
Diterangkan Dedi, pada saat Januari itu, dia pun mengikuti arahan untuk mengajukan permohonan sesuai arahan. “Adalah imbauan untuk sewa menyewa tempat ini bulan lalu. Kita ajukanlah permohonan itu,” ucapnya.
Diakuinya, pihaknya tidak ada keberatan terkait budget retribusi yang dibuat oleh pihak Dispora. “Kita buat, ada budgetnya retribusi gak masalah bagi saya, kita ada juga sisi komersilnya wajib-lah untuk kas Pemko kan,” kata Dedi.
Dedi mengatakan setelah mengajukan permohonan, pihaknya menunggu balasan dari Dispora. Ternyata balasannya merupakan link pembayaran ke akun Dispora Bank Sumut. “Kagetlah saya. Kok langsung ditagih retribusi tanpa adanya balasan permohonan,” ujarnya seraya menyebut harusnya Dispora Medan lakukan sosialisasi terlebih dahulu.
“Kalau mereka suruh mengajukan, saya harus dapat surat balasan, betulkan? Permohonan saya diterima atau tidak, itu tadi saya pertanyakan,” sambung Dedi.
Pihak Dispora Medan kemudian kerap menagih retribusi tersebut kepadanya. Namun Dedi mengaku seminggu di Jakarta dan baru pulang selang dua hari kemudian. “Nah kemarin kepala seksi (kasi) Dispora Medan datang menagih retribusi. Dan setelah itu datanglah Riski itu (Kabid Sarpas). Namun pada saat datang, saya tanyakan surat balasan itu,” ucapnya.
Surat balasan itu diharapkan ada, agar dirinya memiliki pegangan untuk bayar retribusi seperti yang ditagihkan. “Di situlah terjadi adu mulut. Karena tidak ada sosialisasi kepada kami terkait mekanisme menyewa lapak di Taman Cadika Medan,” ucapnya.
Kebakaran Jenggot
Usai viral di media sosial Instagram, Kepala Bidang Sarpas Dispora Medan, Muhammad Riski, tampak kebakaran jenggot menghubungi beberapa rekan jurnalis untuk memberikan klarifikasi atas kejadian viral yang melibatkan dirinya dengan salah seorang pelaku UMKM yang sudah cukup lama berdagang di Taman Cadika.
Hanya disayangkan, dari pertemuan di food court belakang Taman Cadika dengan sejumlah rekan media tersebut, Riski mengaku sejatinya pernyataan tersebut disampaikan oleh pimpinannya.
“Tidak etislah kalau dari saya keterangannya, bang, sebaiknya nanti biar pak kepala dinas saja yang memberi klarifikasi,” ujarnya, Selasa (11/2) malam.
Dikarenakan sebagian rekan jurnalis ada rencana liputan lain yang kebetulan sama dengan jadwal kegiatan pimpinannya, Riski mengarahkan nantinya agar ketemu di sekitaran lokasi tempat acara Kadispora Medan, Tengku Chairunisa. Sayang, anak buah Chairunisa itu mengingkarinya.
“Tadinya dia (Kabid Dispora, Riski) itu sibuk kali minta kita merapat ke Cadika mau kasih keterangan. Jangan pas perlunya aja dia sibuk seperti kebakaran jenggot dengan media, giliran awak datang tak mau pula dia berstatemen,” ucap salah seorang wartawan yang mengaku langsung dihubungi Muhammad Riski untuk datang ke Taman Cadika.
Sumber :Waspada.co.id
Komentar