Terlambatnya mengucur dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) membuat kepala sekolah dan bendahara kelabakan. Banyak yang berutang hingga ada yang menjual cincin.

Iklan Semua Halaman

Terlambatnya mengucur dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) membuat kepala sekolah dan bendahara kelabakan. Banyak yang berutang hingga ada yang menjual cincin.

Terlambatnya mengucur dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) membuat kepala sekolah dan bendahara kelabakan. Banyak yang berutang hingga ada yang menjual cincin.

Para kepala sekolah dan bendahara seluruh SD dan SMP Negeri di Kabupaten Tangerang saat ini sedang kesusahan mencari talangan biaya operasional sekolah. Pasalnya hingga menjelang pertengahan bulan Maret 2023 sekolah belum mendapatkan kucuran Anggaran BOS (Biaya Operasional Sekolah yang berasal dari anggaran nasional dan didistribusikan ke daerah melalui rekening sekolah

“Kami bermohon secepatnya dana BOS disalurkan agar bisa membiayai sekolah, mulai gaji guru honor, biaya ujian tengah semester (try out),” ungkap salah seorang kepala sekolah yang enggan menyebutkan jatidiri didampingi bendahara, Sabtu (10/3).

Dia menjelaskan, dana BOS bulan Januari, Pebruari dan Maret 2023 sangat diharapkan untuk menutupi biaya sekolah.

“Baru awal semester sudah ada lomba-lomba antarsekolah, biaya listrik, wifi dan lainnya. Masih bisalah kalau ada pakai dana pribadi. Tapi sekarang, gaji bulan Maret belum ada. Tunjangan sudah tiga bulan belum turun,” tuturnya.

Diungkapnya, yang kasihan adalah para guru honor yang tidak mendapatkan pendapatan atau penghasilan selain dari dana BOS. Bahkan ada selentingan ingin berhenti sebagai guru.

“Sebagai kepala sekolah saya merasakan sulitnya untuk menalangi biaya sekolah karena macet biaya dari pemerintah. Untuk biaya lomba pengetahuan, olahraga dan seni karena tak ada biaya terpaksa saya jual cincin. Padahal dijual harganya makin murah dan waktu dibeli lagi harga makin mahal,” tuturnya 

Sumber warta pendidikan