Newssidak. Id, medan labuhan // Praktik perjudian jenis tembak ikan-ikan kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Hasil investigasi di lapangan pada Sabtu (30 /05) lalu, ditemukan sedikitnya tiga unit rumah toko (ruko) di kawasan Jalan M Basir, Komplek Marelan Poin, yang diduga kuat dijadikan sarang aktivitas judi ilegal yang beroperasi terang-terangan tanpa rasa takut.
Ironisnya, lokasi perjudian tersebut tidak lagi bersembunyi, terlihat aktivitas keluar masuk pemain berlangsung bebas, mesin-mesin menyala tanpa henti, dan perputaran uang diduga mencapai ratusan juta rupiah per hari.
Keberadaan tiga ruko ini bukan informasi baru, aktivitas ini sudah berlangsung lama dan menunjukkan bahwa bisnis haram ini bukan kelas ecek-ecek, melainkan terorganisir dan terus berkembang. Mesin bertambah, pemain makin ramai, dan operasi tetap mulus tanpa adanya tindakan nyata dari APH .
Keterangan warga sekitar memperkuat fakta di lapangan, mereka menyebut praktik ini sudah berjalan bertahun-tahun tanpa pernah disentuh penindakan dari aparat penegak hukum.
“Ya macam gak tau saja bang, lokasi itu kan sudah 4 tahun berjalan, gak pernah pihak Polsek Medan Labuhan maupun Polres Pelabuhan belawan bahkan Polda Sumatera Utara menindak dan mengamankan lokasi. Ya, mungkin kepolisian sudah dapat ‘siraman’, makanya aman-aman saja mereka dan mesinnya terus bertambah,” ungkap seorang warga.
Prihal tersebut menunjukkan lemahnya sistem penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan di mana praktik perjudian yang jelas dilarang justru terus berlanjut seakan akan Kebal Hukum , maraknya lokasi judi tembak ikan-ikan ini diduga turut memicu peningkatan kriminalitas di wilayah hukum Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan sekaligus membuka ruang luas bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kian tak terkendali.
Miris nya , kondisi ini menciptakan lingkaran setan yang berbahaya bagi masyarakatdan dapat merusak mental generasi muda. Judi menjadi pintu masuk berbagai tindak kejahatan lain dari pencurian, penipuan, hingga konflik sosial antar warga. Ketika aktivitas ilegal dibiarkan tumbuh, maka dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan tatanan keamanan lingkungan secara keseluruhan.
Jika situasi ini terus berlangsung tanpa tindakan tegas, maka bukan hanya kepercayaan masyarakat yang runtuh, tetapi juga kewibawaan hukum yang benar-benar dipertaruhkan. Tiga ruko judi ini diduga menjadi pusat perjudian milik asen yang di kelola cici dan di duga kuat di backup oleh siswanto nasution alias anto alias rembo oknum yang di duga wartawan dari salah satu media online dan jika tidak segera dibongkar, Medan Labuhan berisiko menjadi ladang subur bagi kejahatan yang semakin tak terkendali.
(Ginting).
Komentar