Nias Newssidak.id. Jembatan gantung Sungai Muzoi di Desa Orahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, mengalami rusak berat akibat diterjang banjir, Rabu 29 September 2021.
“Jembatan Sungai Muzoi ini sudah tidak bisa dilalui lagi. Yang sangat memprihatinkan, jika para pelajar ingin bersekolah, mereka nekat bergelantungan di atas jembatan sungai jika ingin menyeberangi untuk pergi ke sekolah,” Kata wakil ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, Kabupaten Nias Utara, Rozama Lase, Kamis Kamis (30/9)
Rozama Lase berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah, agar jembatan gantung Sungai Muzoi tersebut, segera diperbaiki agar akses jalan bisa dipergunakan masyarakat.
Tujuannya adalah, untuk menjaga aksesbilitas masyarakat di beberapa desa, khususnya para pelajar yang saat ini sudah memulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
“Jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi dengan Desa Orahili, Kecamatan Namehalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara,” ungkapnya.
Menurut dia, memang ada jalan alternatif lainnya, tetapi jalan tersebut sangat jauh dan harus memutar melalui Kecamatan Namehalu Esiwa,” terangnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3,5, Balai Besar Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Utara, Firman Hutauruk membenarkan, jika pada dini hari, Rabu (29/9/2021) telah terjadi banjir besar di Sungai Muzoi.
Akibat banjir tersebut, mengakibatkan jembatan gantung Sungai Muzoi di Desa Orahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara mengalami rusak berat dan tidak bisa lagi dipergunakan.
“Kami sebagai staf Kementerian PUPR yang berada di Wilayah Kepulauan Nias, telah melaporkan kepada atasan dan berusaha sebaik-baiknya akan melakukan perbaikan dengan segera, sehingga fungsi jembatan dimaksud dapat tercapai,” jelas Firman Hutauruk.
Secara umum, jembatan tersebut telah diselesaikan dan telah dipergunakan sebagaimana mestinya, sebagai barang milik negara dan juga telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias Utara.
“Kementerian PUPR berkomitment untuk terus membangun sarana dan prasarana umum secara berkelanjutan, maka kami harapkan dukungan dari semua pihak,” harapnya.
Informasi diperoleh, jembatan tersebut dibangun pada tahun 2019 oleh CV Kanira Jaya Mandiri dengan biaya sebesar Rp2,9 milliar dari dana APBN melalui BBPJN, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
PG/AM
Komentar