
Sebelumnya internet Indihome mengalami gangguan sejak dilaporkan pada Minggu (19/9) petang. Gangguan internet mulai dikeluhkan sejak Minggu (19/9/2021) sekitar pukul 5 sore dan konon berlanjut hingga Senin (20/9) pagi, Kompas.com melaporkan. Sejumlah netizen hingga kini juga masih mengeluhkan gangguan jaringan internet.
Internet mati total hingga akhir bulan?
Selain fakta adanya gangguan, beredar pula kabar yang menginformasikan layanan internet akan mati total dari Jumat (24/9) hingga Kamis, 30 September 2021 pekan depan, Merdeka.com mencatat.
Berikut ini narasi yang mengklaim hal itu:
"Mulai tanggal 24-30 september jaringan internet bakal mati total..karna ada perbaikan jaringan bawah laut sdalam 20 menter...jadi dgn kaget selama 6 hari gak ada sinyal."
Di media sosial Facebook, akun Mas Hadi menyebutkan klaim senada bahwa layanan internet akan mati total selama 24-30 September 2021:
“Mulai tanggal (24-30) jaringan internet akan mati total di seluruh Indonesia, jaringan Indosat, Telkomesel, Axis dan lain-lain dan bahkan jaringan seluler biasapun akan mati total karena adanya perbaikan kabel internet di bawah laut. Pengumuman ini berlaku di setiap kecamatan atau provinsi masing-masing dan di sosial media. Selamat menikmati tanpa jaringan apapun.”
Selain di media sosial, menurut laporan Suara.com, narasi serupa juga beredar di layanan perpesanan WhatsApp, dengan rincian sebagai berikut:
“Selamat pagi bapak atau ibu camat group LTI dan Diskominfo ini dibuat dalam rangka perbaikan kabel bawah laut palapa ring tengah link ondong tahuna yang rencana awalnya tanggal 29 Agustus - 6 September tapi karena sesuatu dan lain hal maka rencananya tanggal 24-30 September 2021 sehingga jaringan akan down untuk di mohon kesediaan para camat untuk dapat mengedukasi dan mengsosialisasi kepada masyarakat dan apabila ada pertanyaan dapat dikomunikasikan di group ini nanti dari team PT LTI yang akan menjawab, terima kasih.”
Setelah ditelusuri, kabar jaringan internet akan mati total hingga akhir bulan itu sama sekali tidak benar.
Dikutip dari Liputan6.com, Vice President Corporate Communication PT Telkom Indonesia Tbk Pujo Pramono mengatakan informasi internet mati total hingga sepekan ke depan karena perbaikan jaringan bawah laut adalah hoaks.
“Dapat kami sampaikan bahwa berita dan video tersebut adalah hoaks,” tutur Pujo kepada Liputan6.com pada Rabu (22/9).
Pujo mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai dan menyebarkan informasi palsu atau hoaks terkait internet mati selama 6 hari itu. “Telkom akan menyampaikan perkembangan peningkatan kualitas layanan melalui penyataan resmi secara berkala.”
Selain itu, Pujo menambahkan bahwa pihaknya terus mengupayakan percepatan untuk peningkatan kualitas layanan fixed dan mobile broadband. Ia memastikan layanan mulai membaik secara bertahap di beberapa lokasi seiring dengan penambahan kapasitas jaringan yang cukup memerlukan waktu.
“Dengan diketahuinya titik gangguan di sekitar 1,5 kilometer lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut, kami segera mempersiapkan upaya perbaikan agar secepatnya infrastruktur tersebut dapat segera berfungsi normal dan digunakan pelanggan seperti sediakala,” pungkas Pujo, dilansir dari Liputan6.com.
Dikutip dari situs resmi Kominfo.go.id, narasi itu mengusung klaim yang salah atau hoaks.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara Jacson Baginda menjelaskan bahwa Palapa Ring paket tengah memang akan mengalami perbaikan dalam waktu dekat. Pihaknya mengatakan, selama perbaikan kabel fiber optik Palapa Ring, layanan jaringan internet di Kabupaten Kepulauan Sitaro akan terus diupayakan tersedia, bukan sama sekali mati total.
Gangguan internet akibat peretasan?
Sementara itu, salah satu akun TikTok mengklaim bahwa masalah jaringan hingga hilangnya sinyal internet di seantero Indonesia disebabkan oleh peretasan terhadap operator layanan telekomunikasi.
Setelah menelusuri masalah jaringan dan sinyal internet Indonesia yang terjadi hampir secara bersamaan, Turnbackhoax.id menyimpulkan bahwa semua itu disebabkan oleh jaringan kabel fiber Jasuka (Jawa, Sumatra, dan Kalimantan) ruas Batam-Pontianak.
Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan kondisi itu berdampak pada penurunan kualitas layanan TelkomGroup fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (19/9) mulai sekitar pukul 17.33 WIB.
“Saat ini kami sudah langsung melakukan traffic rerouting sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam, sehingga kualitas layanan dapat segera kembali normal. Kami masih mengidentifikasi penyebab terjadinya gangguan,” papar Ahmad Reza kepada Turnbackhoax.id.
Artinya, dapat disimpulkan bahwa penyebab gangguan jaringan dan sinyal yang terjadi di hampir seluruh Indonesia akibat aktivitas hacking adalah hoaks atau informasi menyesatkan.
Operasi restorasi atau perbaikan terencana kabel fiber optik bawah laut link Ondong Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe rencananya akan dimulai pada Sabtu, 25 September 2021 besok.
Perbaikan itu dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari ke depan atau berakhir pada 2 Oktober.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara Jacson Baginda memastikan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah bersama pihak terkait untuk memastikan pengoperasian layanan telekomunikasi di Sitaro khususnya internet tetap berfungsi selama berlangsungnya operasi restorasi, Tribun News melaporkan.
Sementara itu, disadur dari Suara.com, Vice President Corporate Communication PT Telkom Indonesia Tbk Pujo Pramono mengatakan masyarakat tak perlu mempercayai kabar simpang siur mengenai masalah jaringan dan gangguan internet. Pihaknya memastikan layanan mulai membaik secara bertahap di beberapa lokasi sejalan dengan penambahan kapasitas jaringan yang cukup memerlukan waktu.
Gangguan internet akibat kabel bawah laut digigit hiu?
Disadur dari iNSulteng.com, mengenai penyebab gangguan jaringan Indihome dan Telkom, beredar pula foto dan video yang memperlihatkan ikan hiu memakan kabel terduga Telkom di bawah laut. Foto itu kemudian menyebar luas di media sosial dan disebut-sebut netizen sebagai penyebab gangguan Telkom.
“Oala ikan hiu kelaparan kabel Telkom dikira sosis,” tulis unggahan di media sosial Facebook oleh akun Miera Zulianti Ma'ruf Isma'il. “Dan ini penyebab jaringan jelek masal,” tambah pengguna facebook tersebut sembari menambahkan emoji tertawa.
Berdasarkan penelusuran iNSulteng.com, foto tersebut sudah ada sejak 2014, memperlihatkan seekor hiu sedang memakan kabel di dasar laut. Foto dan video serupa terekam salah satu kamera bawah laut dan menyebar di berbagai media online luar negeri.
Dilansir dari news.com.au, foto dan video terkait menunjukkan kabel serat optik milik Google yang sengaja ditanam di dasar laut Samudra Pasifik yang menjadi santapan hiu pada 2014 silam. Medan magnet tegangan tinggi kabel serat optik diperkirakan menjadi penyebab utama yang menggoda mahluk ganas itu untuk mengudap kabel tersebut.
Google pun saat itu didesak mengganti kabel serat optik di lautan agar menghindari bencana terputusnya koneksi atau jaringan mesin pencari ternama di dunia itu. Google sendiri menjanjikan akan menggantinya atau paling tidak membungkusnya dengan Kevlar, material yang dianggap bisa menahan gigitan para predator lautan.
Google memiliki kabel serat optik sepanjang 160 ribu kilometer yang terbentang di dasar laut Samudra Pasifik. Bekerja sama dengan lima perusahaan telekomunikasi Asia, Google akan menanamkan investasi senilai US$300 juta untuk membuat jaringan kabel internet di dasar Pasifik. Investasi itu disebut sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas internet di benua Asia, iNSulteng.com melaporkan.
Artinya, klaim yang menyebutkan kabel optik Telkom dimakan hiu pada September 2021 tidaklah benar
Komentar