PT Pelindo Kota Gunusitoli Diduga Di butakan Oleh Rupiah/Kerja Sama Kepada Ketua Partai PDI Kota Gunungsitoli -->

Iklan Semua Halaman

PT Pelindo Kota Gunusitoli Diduga Di butakan Oleh Rupiah/Kerja Sama Kepada Ketua Partai PDI Kota Gunungsitoli

Sesuai laporan masyarakat yang di peroleh wartawan Newssidak.id.bahwa Kacab PT Pelindo Nias Mulyonodiduga   telah memperjual belikan Tiang Pancang kapada ketua partai PDIP Gunungsitoli,

Nias - Ketua KOMCAB LP-KPK Gunungsitoli Herisman Gea angkat bicara.bahwa PT Pelindo yang ada di pelabuhan Gunungsitoli Sumatera utara sangat di sayangkan dan juga di ragukan dengan kinerja oknumnya,

kepada pimpinan PT Pelindo pusat juga Mentri BUMN agar segera di audit tiang pancang yang sudah  Pelindo kirimkan di lokasi Gunungsitoli Utara/ dekat pantai Hoya.lanjut Herisman


Muliono sebagai pimpinan PT Pelindo di Pelabuhan Gunungsitoli.
menyampaikan kepada wartawan 19/5/ 2021 tiang pancang tersebut hanya di pinjam pake  kepada ketua DPRD  Yanto, Ungkap Muliono

Oleh karena itu kepada mitra-mitra kami yang ada di kota Gunungsitoli ini tolong di mengerti karena PT Pelindo hanya membantu pak Yanto  sebagai ketua DPR D yang terhomat,  karena atas dasar  sudah kenal.dan biar lebih dekat lagi untuk saling kerja sama dengan pelabuhan ini sama pak yanto. agar kerjaan kami aman dqn nyaman kerena dia sebagai ketua DPRD kota Gunungsitoli, kata nya

masih menurut Pak muliono  pinjam pakai ini sudah di setujui Mentri BUMN Erick Tohir sehingga saya selaku kepala cabang PT Pelindo berani meminjamkan nya 


wartawan menagapin hal yang terjadi  pemindahan barang aset negara tiang pancang harus ada 3 ketentua 

1.Secara lelang 
2.Pinjam pakaikan orang lain
3.Tukar guling 

sesuai dengan peraturan barang tersebut masuk keluar dari PT Pelindo wajib di ketahui oleh Mentri Keuangan,  namun dalam hal ini kepala Pelindo kota Gunungsitoli tidak bisa menunjukan bukti Surat dari Kementrian BUMN dan Keuangan kepada wartawan ketika konfirmasi.

kepala Cabang  Pelindo Muliono diduga gelap mata karena rupiah sehingga menjawab  alasan-alasan kepada wartawan.

kami mohon kepada Mentri  BUMN Keuangan dan Presiden RI Kapolri Poldasu,  KaPolres Nias untuk menindak memeriksa dugaan KKN ini

Tim