Menyesuai kan Ketebalan BASE A Juga Aspal Mixing Nantinya

Iklan Semua Halaman

Menyesuai kan Ketebalan BASE A Juga Aspal Mixing Nantinya


Masyarakat tidak pernah melihat pengawas dan konsultan dari dinas terkait dilapangan saat dikerjakan oleh pelaksana.??? sehingga pelaksana suka - sukanya mengerjakan item pekerjaan yang ada di kontrak.!!!
Pemeliharaan Struktur Jalan di Wilayah II Kota Gunungsitoli APBD TA. 2025 dengan Nomor Kontrak 600/007/SP/PPK/BM/PUTR/2026 Nilai Kontrak Rp. 9,354,793,000,- diduga kuat lahan korupsi pelaksana bersama dinas terkait.
sala satu masyarakat Atas Nama Fery Gea yang mengerti dan memahami pembangunan menyampaikan ke awak media saat di konfirmasi, Fery Gea mengatakan itu pembangunan sangat diragukan soal mutu dan fisik  untuk tidak sesuai, kami mengetahui disitu oleh pelaksana menggunakan Bukho untuk penimbunan permukaan jalan. setau kami sebagai masyarakat pemanfaat diharus kan penimbunannya sertu  di permukaan jalan tersebut, bukan bukho  yang dipake untuk menghancurkan kualitas pembangunan
Pungkasnya Fery Gea


Lanjut Fery Gea. terlihat dipemeliharaan  pembangunan  tersebut di biarkan batu besar dibahu jalan, sehingga pelaksana sengaja untuk mencelakah kan masyarakat yang berlalu lintas dan mencuri bahu jalan yang tidak masuk akal untuk menambah keuntungan besar. tuturnya Fery Gea.

Tambahnya lagi lebih lanjut. ketebalan BASE A  sangat diragukan ketebalannya karena Exsa kecil dabel Doser yang dipake oleh pelaksana  untuk menghampar. sepertinya pelaksana membodohi  kami cara  menghampar BASE  itu, baru kali ini kami melihat pake Doser menghampar BASE nya, seharusnya pake alat yang bernama Gleder untuk menghampar dan mendapatkan ketebalan dan rata BASE nya tersebut.

dari awal untuk Skriping jalan tersebut pelaksana selalu menggunakan kan Exsa kecil dabel Doser bukan Gleder yang diharapkan masyarakat pemanfaat, maka Skriping tersebut hanya asal asalan.  Pungkasnya Fery Gea

Waktu yang sama Herisman Gea PS setempat menyampaikan ke Awak media, soal BBM Boi solar yang digunakan pelaksana di alat berat mereka seperti Vimbro penggilas jalan dan Exsa, diduga kuat minyak solar tersebut bersubsidi, yang seharusnya minyak bersubsidi itu jatah masyarakat bukan jatah pelaksana dan pemborong proyek dibuat ke alat berat mereka, kami  masyarakat terus menelusuri minyak tersebut untuk mendapatkan dari mana di ambil BBM tersebut. kata Herrisman Gea dengan keras

Herisman Gea minta pelaksana membuat bahu jalan  agar badan jalan tidak makin mengecil dan sempit dan jangan sampe larut - larut Basenya dibiarkan dipermukaan jalan agar tidak terganggu lalulintas masyarakat, Herisman Gea mengakhiri dengan nada kesal

sampe berita ini diturunkan oleh redaksi.

ATUMBUKHA