
Hal ini disampaikan mantan Wakil Walikota Medan H. Aulia Rachman, SE,.M.AP dalam paparannya dihadapan media yang terhimpun di organisasi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara, pada acara Refleksi Akhir Tahun yang mengambil tajuk 'Menjelang Satu Tahun Walikota Rico Waas, Adakah Medan Berubah', Rabu (31/12) bertempat di Dara Kupi Jalan Darussalam Medan.
"Medan Satu Data itu terdapat pada visi Walikota Medan Rico Waas, namun pada penjabaran di misi yang mencakup 7 program, tidak satupun menyebutkan, bagaimana merealisasikan program Medan Satu Data secara jelas, sebab tentang konsep dan format pendokumentasian data digital masyakarat itu sangat penting, sehingga siapapun masyarakat nantinya bisa mengakses tentang berbagai program Pemko Medan, termasuk pemberian bantuan bagi masyarakat yang paling membutuhkan, agar tepat sasaran dan tidak di manipulatif oleh oknum tertentu di lapangan,"ujar Aulia Rachman.
Lebih jauh ditegaskan founder the Aulia Rachman Institut ini, penerapan sistem Medan Satu Data juga mampu mencegah terjadinya kebocoran anggaran dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, sehingga berbagai program pembangunan di Kota Medan dapat berjalan baik dan zero kebocoran pendapatan bisa di cegah.
Baca Juga:
"Visi Wali Kota Medan Rico Waas adalah mewujudkan Medan BERTUAH (Berbudaya, Energik, Ramah, Tertib, Unggul, Aman, dan Humanis) yang inklusif, maju, dan berkelanjutan menuju Medan Satu Data, dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan sosial, UMKM, serta keamanan dan ketertiban melalui 7 misi utama yang mencakup transformasi digital, pembangunan berbasis data, dan peningkatan kualitas hidup warga Medan,"tegasnya.
Komentar