Tindakan tegas terhadap pemasok, pengedar dan pemakai natkoba jenis sabu di Jl. Jermal XV, harus segera dilakukan Poldasu, agar menepis kecurigaan masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) “Main Mata” dengan para sindikat Narkoba di Jermal XV Percut Sei Tuan, Sumut. tegas, Ketua Indonesia Police Wacth, Sugeng Teguh Santoso kepada awak media pagi. Dilansir dari 17 MERDEKA.com. Selasa (1/8) pagi.

Anehnya, jika aparat penegak hukum dan jajaran tidak tahu lokasi peredaran sabu di Jl. Jermal XV yang sudah bertahun tahun beroperasi. Apa lagi, tidak mengetahui sosok boss besar pemasok serta pengedar narkoba di lokasi itu ?.

Guna membuktikan dan menepis prasangka buruk masyarakat terhadap aparat penegak hukum, Kapoldasu segera memerintahkan jajarannya sepeti para Kapolres agar menangkap Gembong sindikat narkoba di Jermal XV Percut Sei. Ujar Sugeng Teguh Santoso mengakhiri wawancara.

Hasil insvetigasi di lapangan, lokasi Jl. Jermal XV berada di lahan garapan PTPN II Kec. Percut Seituan, sudah menjadi pasar bebas dan terbuka narkoba, khusus sabu sabu.

Para pengedar ‘ketengan’ sudah mengemas sabu sabu dalam paket Rp50.000, Rp100.000, seprempi dan seterusnya dan diletak di atas meja di pinggir jalan gang, sejak pagi.

“Paket berapa…?,” itu yang mereka tawarkan kepada setiap orang yang melintas. Sementara warga asli penduduk Jl. Jermal XV menyatakan, daerah ini jadi tempat jual sabu sudah bertahun-tahun.

“Kami tidak bisa berbuat apa- apa. Polisi sudah capek menggerebek lokasi ini dengan tim gabungan, tapi yang tertangkap pembeli ‘ketengan’. Bahkan siang atau sore digrebek, malam sudah buka lagi,” ujar lelaki usia 50-an yang duduk di amben belakang rumahnya.

Ditambahkannya, kalau pengedar atau bossnya, semua orang di sini tau siapa ‘B’ dan “G”. “Tapi apa mau dibilang, mereka punya kuasa dan uang. Semua diselesaikan dengan uang. Yah, kami hanya terima nasib. Sambil berdoa, agar anak dan saudara tidak terpengaruh. ujarnya sambil mengingatkan, jangan sebut namanya.

Sementara saat wartawan coba memancing cerita pada seorang ibu setengah tua, soal peredaran narkoba di Jermal XV. Langsung saja, ibu yang diperkirakan berusia 40-an tahun nyeplos, “Pak, gak usah sembunyi-sembunyi. Bapak wartawankan.” katanya. “Percuma saja diberitakan, hasilnya tidak ada. Sama kayak polisi menggerebek, besok buka lagi. Lebih baik seperti yang lain hanya sebentar duduk dan pulang dengan senyum. Capeklah…Pak,” cetusnya sambil berlalu.

Warga kawasan Jalan Jermal XV berharap, segeralah peredaran narkoba/ sabu sabu dihentikan. “Jangan seperti Kampung Kubur- lah Jermal XV ini.. karena kami dulu, awal dibuka garapan, bertani dan berkebun. Sekarang lokasi ini, jadi pasar bebas dan terbuka jual narkoba…Malu kami, famili dan saudara tidak ada yang berani datang,” ujarnya.

Warga kawasan jalan Jermal XV sangat-sangat bermohon kepada Kapoldasu yang baru, agar segera bertindak tegas. Menangkap gembong narkoba dan memberangus peredarannya. “Bebaskan kami dari lokasi neraka ini.” Harapnya.