Newssidak– Deli Serdang | Warga di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 Kilogram (Kg). Beberapa kios yang menjual ditemukan terpaksa menjual mahal di kisaran Rp 22.000 – Rp 23.000 per tabung akibat kelangkaan itu. Warga mau tak mau terpaksa membeli dari pada tidak bisa masak.
Seperti di Kecamatan Lubukpakam, sudah dua pekan terakhir mengalami kelangkaan gas. Adapun gas masuk di pangkalan atau warung langsung diserbu warga dan bisa bisa ludes dalam sekejap.
Anwar, grosir sembako di Jalan Bakti Desa Sekip Lubukpakam mengatakan ia terpaksa jual gas Rp 23 ribu per tabung karena sulit didapat. Agen biasa rutin antar gas bisa seminggu tiga kali, kini cuma sekali.
“Enggak tahu kenapa, biasa tiga empat kali datang agen gas nawarkan, tapi sudah dua Minggu ini cuma sekali dia datang. Jadi anak anak tak suruh ngumpulin dari agen lain ada dua atau tiga tabung beli, kumpulin terpaksa gitu, makanya ini masih ada. Kalau warung lain di Desa Sekip ini sepertinya sudah sulit dapat,” ucapnya, Kamis (6/7/2
Kelangkaan gas subsidi ini menyusahkan masyarakat. Pasalnya, untuk bahan bakar memasak saat ini warga terkecuali yang sudah pasang instalasi PGN di Lubukpakam pakai gas tabung 3 kilogram subsidi.
“Kalau tak ada gas tabung tiga kilo tak masak kita, kalau dulu ada kompor minyak tanah dan masak pakai kayu, sekarang ini kan dah jarang masyarakat yang begitu. Apa mau balek lagi ke zaman dulu? Tolonglah aparat kepolisian dan pemerintah, kita curiga ini ada mafia gas subsidi ini bermain dan menyusahkan masyarakat,” pintanya.
Terkait kelangkaan gas subsidi 3 kilogram di wilayahnya, Camat Lubukpakam Budi Pane langsung meminta para Kepala Desa dan lurah di jajarannya untuk melakukan pengecekan ke agen agen penjual gas subsidi 3 kilogram.
“Saya sudah perintahkan kepada para kades dan lurah untuk langsung mengecek ke pangkalan gas yang ada di wilayahnya, guna menanyakan dan memeriksa kelangkaan gas disebabkan apa. Jangan sampai ditemukan ada permainan yang merugikan masyarakat dan menciptakan suasana yang tidak kondusif, menyusahkan masyarakat. Hal ini untuk secepatnya diantisipasi dan laporkan ke saya segera,” tegas Camat Lubukpakam.
Dari laporan anggotanya di lapangan sementara, untuk pangkalan gas di Dusun IV Desa Pagarmerbau 3 kehabisan gas karena banyak warga desa lain membeli ketempat itu. Untuk Kelurahan Lubukpakam III Jalan Antara baru masuk habis.
“Untuk pangkalan gas di Jalan Tengku Raja Muda Lubukpakam terjadi kelangkaan akibat biasanya masuk gas 4 kali sebulan kini cuma 1 kali. Menurut Syamsuar, pemilik pangkalan ia tidak tau apa penyebabnya,” sebut Camat.
Terkait fenomena menyusahkan masyarakat ini, Ketua Fraksi PPP DPRD Deli Serdang Dr Misnan Aljawi SH MH meminta pada instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lapangan. Cari apa penyebab kelangkaan terjadi apakah terjadi pada pasokan atau terkait distribusi dan kendala lainnya.
“Hal ini harus diperhatikan, sebagai pemerintah seperti ini mestinya tanggap, gas elpiji adalah termasuk bahan kebutuhan pokok masyarakat, pemkab Deli Serdang punya regulasi bisa kordinasi dengan Pertamina. Untuk aparat Kepolisian bisa juga diusut kemungkinan terjadi permainan menyalahgunakan gas subsidi yang merugikan masyarakat,” ujar Misnan.
Dari penelusuran disejumlah tempat, Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram terjadi di Kecamatan Lubukpakam, Pagarmerbau, Beringin, Batang Kuis dan Tanjung Morawa
DM
Komentar