Pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian Polsek Medan Kota di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan dihadirkan saat pers rilis di Polresta Medan, Senin (25/4/2022)
Sebelumnya, video RP cekcok dengan petugas parkir AIS (27) di pinggir Jalan Rahmadsyah, Kota Medan viral di media sosial pada Sabtu (23/4/2022).
RP menolak membayarkan parkir secara elektronik (e-parking) dan lebih memilih membayar secara tunai.
Petugas parkir tetap membujuk RP untuk membayar menggunakan e-toll, karena peraturan dibeberapa ruas jalan Kota Medan mewajibkan pengguna lahan parkir untuk membayar secara elektronik.
Tak terima dengan kebijakan tersebut, terjadilah cekcok sampai RP mengancam akan mematahkan leher Wali Kota Medan Bobby Nasution.
"Ini yang nyuruh Pak Bobby," kata tukang parkir.
"Ya kau panggil pak Bobby kemari, biar kupatahkan batang leher pak Bobby itu sekalian," ancam pria tersebut.
Kronologi kejadian
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Nikmal Fauzi Lubis membenarkan, adanya kejadian yang viral di media sosial tersebut.
Menurut Nikmal, kejadian tersebut terjadi di pinggir Jalan Rahmadsyah, Kota Medan sekitar pukul 15.30 WIB pada Sabtu 23 April 2022.
Nikmal menjelaskan, kronologinya adalah pria dalam video itu menolak membayar e-parking secara cashless atau tidak menggunakan uang tunai.
"Jadi si petugas parkir menerangkan kepada pengemudi agar membayar parkirnya dengan tidak menggunakan uang tunai, nah si pengemudi sepertinya merasa keberatan," kata Nikmal, dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/4/2022).
Petugas parkir tetap berusaha menyarankan pengemudi mobil untuk membayar menggunakan e-toll, tetapi pengemudi itu tetap menolaknya.
Padahal, aturan pembayaran parkir secara elektronik telah diterapkan di sejumlah ruas jalan Kota Medan sejak 2021.
Dilaporkan ke Polsek Medan Kota
Setelah kejadian tersebut, malamnya petugas Dishub Kota Medan melaporkan kejadian tersebut Polsek Medan Kota.
Nikmal mengatakan, kasus tersebut kemudian dilakukan pengembangan oleh Polsek Medan Kota.
"Mungkin berdasarkan ini, dari hasil pantauan kita diduga dia bukan berasal dari Sumatera Utara dari logat bahasanya dan pelat kendaraannya," ujarnya.
Pihaknya menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tidak patut jika seseorang melakukan penolakan dengan cara memaki, apalagi sampai mengancam.
"Pendapat kita, perkataan seperti itu memang sangat disesalkan, karena kita sebagai orang ketimuran seharusnya bisa jangan sampai memaki apalagi mengarah ke pengancaman seperti itu," jelasnya
Pelaku ditangkap
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadan dan jajaran berhasil mendapatkan informasi mengenai pria tersebut dan segera melakukan penangkapan.
Pria tersebut berinisial RP berusia 27 tahun serta merupakan warga Takengong, Kabupaten Aceh.
"Setelah menerima laporan langsung bergerak ke Takengon, kemudian dibuntuti dan ditangkap di Langkat,"kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadan dikutip dari Tribun Medan, Senin (25/4/2022).
Setelah ditangkap, RP kemudian diamankan ke Polsel Medan Kota, lantas menjalani pemeriksaan di sana.
Ditangkap karena penganiayaan
RP ternyata ditangkap bukan karena permasalahan penghinaan terhadap Wali Kota Medan Bobby Nasution, melainkan karena kasus penganiayaan terhadap petugas parkir.
Bobby menjelaskan bahwa saat cekcok RP kedapatan menjepit tangan petugas parkir dengan kaca mobil milikknya.
Kemudian tangan petugas parkir tersebut terjepit karena hendak meraih kartu e-toll milik RP, akhirnya ikut terseret sewaktu mobil tersebut berjalan.
"(Yang bersangkutan) hari ini (Senin, 25 April 2022) sudah diamankan, tapi bukan karena mau patahkan leher Bobby ya. Tapi, karena tangannya (petugas parkir) dijepit oleh pelaku. Ini masuknya penganiayaan," jelas Bobby Nasution, dikutip dari Kompas.com (26/4/2022).
Takut saldonya tekuras
RP beralasan lebih memilih membayar parkir secara tunai karena ia takut saldo kartu e-toll-nya terkuras habis karena e-parking.
"Saya mau bayar parkir, tapi dengan uang cash. Karena saya takut, waktu itu tangan dia masuk ke dasbor mobil saya langsung. Dia tidak sopan. Tidak assalamualaikum, tidak ada sapa langsung minta kartu e-toll," katanya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Senin (25/4/2022).
Dirinya mengaku sudah membayarkan uang parkir sebesar Rp 5.000, tetapi beberapa saat kemudian petugas parkir masih meminta pembayaran secara elektronik menggunakan e-toll.
"Jadi saya bukan enggak mau bayar. E-toll saya isi enggak banyak, Rp 60.000. Saya takut (terkuras saldonya), Pak," tambah dia.
Mengaku salah
RP mengaku emosi karena setelah diberikan uang senilai Rp 5.000 petugas parkir tetap meminta pembayaran dengan e-toll.
Pada waktu itu, RP mengatakan bahwa mobil yang ia tumpangi baru saja berhentui dan belum sempat melakukan parkir.
"Belum sempat parkir. Baru berhenti, dia langsung datang, (terus masuk tangannya) iya. Saya bilang saya enggak mau bayar pakai e-toll," katanya.
Ketika tangan petugas parkir hendak mengambil kartu e-toll miliknya, RP kemudian menjepitnya.
Setelah melakukan tindakan itu RP merasa ketakutan, karena dia menyadari hanya seorang pendatang di Kota Medan.
Saat ditanya alasan tak lapor polisi jika merasa terancam, RP mengaku tidak menyangka hal tersebut akan menjadi masalah.
"Dia narik saya, (saya) di dalam mobil. Mobilnya jalan, dia narik, jadi dia jatuh. Saya salah, Pak," katanya.
Mengaku tak tahu Bobby Nasution
Terkait ancamannya terhadap Bobby, RP mengaku jika dirinya pada saat kejadian tersebut tidak mengetahui bahwa Bobby adalah Wali Kota Medan.
Ia berfikir bahwa Bobby yang dimaksud oleh petugas parkir adalah preman penguasa wilayah parkir di tempat kejadian.
"Saya sebelumnya tak tahu 'Pak Bobby'. Jadi dalam benak saya, mungkin bosnya tukang parkir, preman, Pak. Saya takut dipanggil bosnya, dikeroyok. Saya ngancam dia sebenarnya takut, Pak. Karena saya kan pendatang, Pak," terang RP.
RP dalam kesempatan tersebut juga meminta maaf kepada Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan karena telah menghinanya.
"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Bobby, saya bukan bermaksud menghina Wali Kota (Medan) karena saya tak tahu yang mananya Wali Kota," katanya
Sumber KOMPAS.com
Komentar

